ARTIKEL PUBLIK RELATION
“PERAN
PUBLIK RELATION DALAM SISTEM INFORMASI MANAJEMEN”
DOSEN PENGAMPU : IWIN ARDYAWIN S.Sos.,M.A

Oleh
Nama : ESA SUSANNDI
Nim :
218110049
ADMNISTRASI PUBLIK
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU
POLITIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM
TAHUN 2019
KATA PENGANTAR
Puja
dan puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat
dan karunianya sehingga saya bisa menyelesaikan artikel public relation
tentang “peran public relation dalam sistem informasi manajemen”, Adapun
kekurangan yang terdapat dalam artikel
ini baik dari segi tulisan maupun susunan tata bahasanya.
Semoga
artikel ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca serta bisa menambah
wawasan tentang materi “peran public
relation dalam sistem informasi manajemen”, saya juga mengucapkan terima
kasih kepada pihak yang terkait dalam penyusunan artikel yang saya buat.
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR…………………………………………………………………………..2
DAFTAR
ISI……….…………………………………………………………………………...3
BAB
I PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG………………………………………………………………………4
A.
RUMUSAN
MASALAH…………………………………………………………….5
B.
TUJUAN……………………………………………………..
…………………......5
C.
MANFAAT………………………………………………………………………….5
1.2
LANDASAN TEORI…………………………………………………………………….....6
BAB
II PEMBAHASAN
A. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN……………………………………………..............…19
B. PERAN PR DALAM SISTEM INFORMASI MANAJEMEN……………………...............…22
BAB
III PENUTUP
3.1
KESIMPULAN…………………………………………………………………..………..24
..
DAFTAR
PUSTAKA…………………………………………………………………...……..25
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Sistem
informasi manajemen (SIM) bukan merupakan hal baru, yang baru adalah
komputerisasinya. Sebelum ada komputer, teknik SIM telah ada untuk member
manajer informasi yang memungkinkan mereka merencanakan serta mengendalikan
operasi. Computer telah menambah satu atau dua dimensi, seperti kecepatan,
ketelitian, dan volume data yang meningkat yang memungkinkan pertimbangan
alternatif-alternatif yang lebih banyak dalam suatu keputusan, yang didalam
suatu organisasi terdiri atas sejumlah unsur, orang yang mempunyai
bermacam-macam peran dalam organisasi, kegiatan atau tugas yang harus
diselesaikan, tempat bekerja, wewenang pekerjaan, serta hubungan komunikasi
yang meningkat bersama organisasi tersebut. Sistem informasi manajemen
merupakan penerapan sistem informasi didalam organisasi untuk mendukung
informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen. Telah
diketahui bahwa informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen didalam
pengambilan keputusan.
Sistem
informasi manajemen yang tergambar adalah sistem yang diciptakan untuk
melaksanakan pengolahan data yang akan dimanfaatkan oleh suatu organisasi,
pemanfaatan data disini dapat berarti penunjang pada tugas-tugas rutin,
evaluasi terhadap prestasi organisasi, atau untuk pengambilan keputusan oleh
suatu organisasi tersebut. Kini kalau orang mendengar istilah sistem inormasi
manajemen, biasanya mereka juga membayangkan suatu sistem komputer.
Sesungguhnya, pengertian tentang sistem informasi manajemen didalam suatu
organisasi telah ada sebelum perangkat komputer diciptakan. Dalam sistem
informasi manajemen konvensional tentu saja terkandung dalam
pekerjaan-pekerjaan sistematis seperti pencatatan agenda, kearsipan,
komunikasi, diantara manajer-manajer organisasi, penyajian informasi untuk
pengambilan keputusan, dan lain sebagainya. Akan tetapi, tersedianya teknologi
pengolahan data dengan komputer yang relatif murah sekarang dan dimasa depan
penggunaan komputer untuk menunjang sistem informasi manajemen tidak dapat
dihindari lagi.
Dalam
sistem informasi manajemen sangat dibutuhkan yang namanya PR Karena salah satu
pemahaman terbesar dari PR adalah mengelola masalah terkait informasi. Lebih
jauh PR bahkan bertugas “menyelamatkan” institusi dari citra dan reputasi
buruk. PR juga berhubungan dengan mengatasi konflik internal dan eksternal,
mengatasi krisis organisasi dan mendukung proses manajemen secara keseluruhan.
Saat ini citra PR hanya dipandang dari sisi fisik dan status saja. PR mempunyai
tugas dan tanggung jawab yang kompleks sehingga harus dilandasi dengan bekal
ilmu akademis maupun pengalaman luas.
A. RUMUSAN MASALAH
Dari
penjelasan latar belakang diatas penulis dapat merumuskan masalahnya sebagai
berikut:
1.
Apa itu sistem
informasi manajemen?
2.
Bagaimana peran
PR dalam sistem informasi manajemen?
B. TUJUAN
Tujuan
dari pembuatan artikel public relations ini adalah supaya bisa mengetahui apa
itu sistem informasi manajemen dan peran PR dalam sistem informasi manajemen
itu sendiri.
C. MANFAAT
Manfaat
dari artikel PR ini adalah untuk menambah wawasan dan pengetahuan para pembaca khususnya
tentang materi sistem informasi manajemen dan lebih mengetahui peran PR dalam
sistem informasi manajemen.
1.2 LANDASAN TEORI
A. Sistem
Secara sederhana,
suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur,
komponen atau variable yang terorganisir, saling berinteraksi, saling
tergantung satu sama lain, dan terpadu. Teori sistem secara umum pertama kali
yang diuraikan oleh Kenneth Boulding terutama menekankan pentingnya perhatian
terhadap setiap bagian yang membentuk sebuah sistem. Kecendrungan manusia yang
mendapat tugas memimpin suatu organisasi adalah terlalu memusatkan perhatian
pada salah satu komponen saja dari sistem organisasi. Teori sistem mengatakan
bahwa setiap unsure pembentuk suatu organisasi adalah penting dan harus
mendapat perhatian yang utuh supaya manajer dapat bertindak lebih efektif. Yang
dimaksud unsure atau komponen pembentuk organisasi disini bukan hanya
bagian-bagian yang tampak secara fisik, tetapi juga hal-hal mungkin bersifat
abstrak atau konseptual seperti misi, pekerjaan, kegiatan, kelompok informal,
dan lain sebagainya. Selain itu sistem dapat diartikan sebagai suatu susunan
elemen yang membentuk suatu kegiatan atau suatu prosedur/skema yang
berorientasi kearah tujuan yang sama dengan melalui pengoprasian data dan atau
energy dan materi kedalam sewaktu-waktu untuk memperoleh suatu informasi dan
energy atau materi.
Konsep
lain yang terkandung dalam definisi tentang sistem adalah konsep sinergi.
Konsep ini mengandaikan bahwa didalam suatu sistem, output dari suatu
organisasi dapat diharapkan lebih besar daripada output individual atau output
masing-masing bagian. Kegiatan bersama dari bagian yang terpisah, tetapi saling
berhubungan secara bersama-sama akan menghasilakan efek total yang lebih besar
daripada jumlah bagian secara individu dan terpisah. Ini berarti bahwa 2
ditambah 2 tidak sama dengan 4 tetapi memungkinkan sama dengan 5 atau lebih. Karen
itu sistem orgaisasi mengutamakan pekerjaan-pekerjaan didalam tim. Selain itu
cara pandang sistem mensyaratkan suatu pelaksanaan pekerjaan secara integrative
baik menyangkut manusia, perkakas, metode, maupun sumber daya yang
dimanfaatkan. Karena itu, ada berbagai macam cara untuk mengkategorikan suatu
sistem. Ada sistem terbuka atau tertutup, sistem manusia, sistem mesin, atau
gabungan antara manusia dan mesin, sistem deterministic atau probabilistik dan
masih banyak lagi.
Penggunaan pengertian sistem antara lain:
1.
Sistem yang
digunakan untuk menujuk suatu kumpulan atau himpunan benda-benda yang disatukan
atau dipadukan oleh suatu bentuk saling hubung atau saling ketergantungan yang
teratur.
2.
Sistem yang
digunakan untuk menyebut alat-alat atau organ tubuh secara keseluruhan yang
secara khusus memberikan andil atau sumbangan terhadap berfungsinya fungsi
tubuh tertentu yang rumit tetapi amat vital, misalnya sistem syaraf.
3.
Sistem yang
menunjuk sehimpunan gagasan, prinsip, doktrin, hukum, dan sebagainya. Yang
membentuk suatu kesatuan yang logic dan dikena sebagai buah pikiran filsafat
tertentu, agama, atau bentuk pemerintahan tertentu. Misalnya sistem demokrasi,
sistem pemerintahan.
4.
Sistem yang
digunakan untuk menunjuk suatu hipotesis atau teori (yang dilawankan dengan
praktek).
5.
Sistem dalam
arti metode atau cara.
6.
Sistem yang
menunjuk pada pengertian skema atau metode pengaturan organisasi atau susunan
sesuatu, atau tata cara. Dapat juga dalam arti suatu bentuk atau pola
pengaturan, pelaksanaan,atau pemerosesan dan juga pengertian metode
pengelompokan, pengkodifikasian.
Istilah
sistem sekarang ini banyak dipakai, banyak orang berbicara mengenai sistem
perbankan, sistem akuntansi, sistem inventori, sistem persediaan, sistem
pemasaraan, sistem pendidikan, sistem perangkat lunak, sistem tata surya,
sistem teologi, dan masih banyak lagi. Model dasar dari bentuk sistem ini
adalah adanya masukan, pengolahan, dan keluaran. Akan tetapi, sistem ini dapat
dikembangkan hingga menyertakan media penyimpanan. Sistem dapat terbuka dan
tertutup, akan tetapi sistem informasi biasanya adalah sistem terbuka, artiya
sistem tersebut dapat menerima beberapa masukan dari lingkungan luarnya. Pendekatan
sistem memberikan banyak manfaat dalam memahami lingkungan kita. Pendekatan
sistem berusaha menjelaskan sesuatu yang dipandang dari sudut pandang sistem
serta berusaha menemukan struktur unsure yang membentuk sistem tersebut. Dengan
memahami struktur sistem dan proses sistem, seseorang akan dapat menjelaskan
mengapa tujuan suatu sistem tidak dapat tercapai. Orang yang ahli pada dasarnya
selalu mendekatkati masalah yang dijumpai dalam bidangnya berdasarkan
pendekatan sistem.
Gordon B.
Davis dalam bukunya menyatakan, sistem bisa berupa abstrak atau fisis. Sistem
yang abstrak adalah susunan yang terartur dari gagasan-gagasan ataukonsepsi
yang saling bergantung. Misalnya, sistem teologi adalah susunan yang teratur
dari gagasan-gagasan tentang Tuhan, manusia, dan lain sebagainya. Sedangkan
sistem yang bersifat fisis adalah serangkaian unsur yang bekerja sama untuk
mencapai suatu tujuan. Norman L. Engger dalam bukunya menyatakan, suatu sistem
dapat terdiri atas kegiatan-kegiatan yang berhubungan guna mencapai
tujuan-tujuan perusahaan seperti pengendalian inventaris atau penjadwalan
produksi. Sedangkan Prof. Dr. Mr. S. Prajudi Atmosudirdjo dalam unsure atau
komponen-komponen yang berkaitan dan berhubungan satu sama lain sedemikian rupa
sehingga unsure-unsur tersebut merupakan suatu kesatuan pemrosesan atau
pengolahan yang tertentu.
B. Informasi
Informasi
adalah sebuah istilah yang tidak tepat dalam pemakaiannya secara umum.
Informasi dapat mengenai data mentah, data tersusun, kapasitas sebuah saluran
komunikasi, dan lain sebagainya. Informasi ibarat darah yang mengalir didalam
tubuh suatu organisasi sehingga informasi ini sangat penting didalam suatu
organisasi.suatu sistem yang kurang mendapatkan suatu informasi akan menjadi
luruh, kerdil, dan akhirnya mati. Sistem informasi manajemen berhubungan dengan
informasi. Informasi adalah sebuah data yang telah diklasifikasi atau diolah
atau diinterpretasi untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Sistem
pengolahan informasi mengolah data menjadi informasi atau tepatnya mengolah
data dari bentuk tak berguna menjadi berguna bagi penggunanya. Nilai informasi
berhubungan dengan keputusan. Bila tidak ada pilihan atau keputusan, maka
informasi menjadi tidak diperlukan. Keputusan dapat berkisar dari keputusan
berulang sederhana sampai keputusan strategis jangka panjan. Nilai informasi
dilukiskan paling berarti dalam konteks sebuah keputusan.
Untuk
memahami informasi, tidak dapat dipisahkan dengan apa yang namanya data. Untuk
itu, sebelum memahami konsep tentang informasi akan dibahas sepintas tentang
data, pada dasarnya data adalah fakta, kejadian, berita, fenomena, dan
sejenisnya yang dapat diolah atau diproses berdasarkan prosedur tertentu yang
pada akhirnya menjadi keluaran dalam bentuk informasi. Data dapat berupa angka,
ukuran, kata, kalimat, tulisan-tulisan, uraian cerita, gambar, symbol, tanda,
yang belum memiliki ciri-ciri informatif dan belum diinformasikan keberadaanya.
Dengan demikian informasi ini dapat dikatakan sebagai sejumlah data yang sudah
diolah atau diproses melalui prosedur pengolah data dalam rangka menguji
tingkat kebenarannya, keterpakaiannya sesuai dengan kebutuhan. Sistem pengolah
data ini sangat dibutuhkan sehingga semua data dapat dengan cepat dan mudah
menjadi sekumpulan informasi yang siap pakai.
Sebagai
perbandingan pemahaman terhadap informasi ini berikut ada beberapa definisi
informasi, dianaranya:
·
Informasi
merupakan hasil dari pengolahan data, akan tetapi tidak semua hasil dari
pengolahan data tersebut dapat menjadi informasi.
·
Informasi
merupakan data yang telah mengalami pengolahan.
·
Informasi
memberikan makna
·
Informasi
berguna atau bermanfaat
·
Informasi
merupakan bahan pembuat keputusan.
Teori
informasi lebih tepat disebut teori matematis, komunikasi yang juga memberikan
beberapa pandangan yang berguna bagi sistem informasi manajemen, yang konsep
usia informasi menunjukkan hubungan intervalinformasi, jenis data, dan
penundaan pengolahan dalam menentukan usia informasi. Sumber informasi adalah
data. Pengolah informasi adalah slah satu elemen kunci dalam sistem konseptual.
Pengolah informasi dapat meliputi elemen-elemen computer, elemen-elemen non
computer, atau kombinasinya.
C. Manajemen
Manajemen
secara etimologi berasal dari bahasa inggris management yang dikembangkan dari kata to manage, yang artinya mengatur atau mengelola. Kata manage ini
sendiri berasal dari italia maneggio yang
diadopsi dari bahasa latin managiare, yang
berasal dari kata manus yang artinya
tangan (Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI, 2011:230). Sedangkan dalam kamus
besar bahasa Indonesia kata manajemen mempunyai pengertian sebagai penggunaan
sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran(Yuku, 2013:29). Dalam arti
khusus manajemen dipakai bagi pemimpin dan kepemimpinan yaitu orang-orang yang
melakukan kegiatan memimpin dalam suatu organisasi.
Manajemen
cenderung dikatakan sebagai ilmu maksudnya seseorang yang belajar manajemen
tidak pasti akan menjadi seseorang manajer yang baik. Adapun pengertian
manajemen yang dikemukakan oleh beberapa ahli yaitu:
1.
Menurut Andrew
F. Sikukula (Dalam Hasibun, 2009:6), mengemukakan bahwa manajemen pada umumnya
dikaitkan dengan aktifitas-aktifitas perencanaan, pengorganisasian,
pengendalian, penempatan, pengarahan, pemotivasian, komunikasi dan pengambilan
keputusan yang dilakukan oleh setiap organisasi dengan tujuan mengkoordinasikan
sebagai sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan sehingga akan dihasilkan suatu
produk atau jasa secara efisien.
2.
Menurut Terry
dan Laslie (Dalam Manullang 1985:2) mendefinisikan manajemen sebagai suatu
proses atau kerangka kerja yang melibatkan bimbingan suatu kelompok orang-orang
kearah tujuan organisasional atau maksud nyata, sedangkan Manula mendefinisikan
manajemen pada tiga arti yaitu: manajemen sebagai proses, manajemen sebagai
kolektifitas orang-orang yang melakukan aktifitas manajemen, manajemen sebagai
suatu seni (art) dan sebagai suatu pengetahuan.
3.
Menurut Mary
Paker Follet (Dalam Fatah, 1996:3) mengataka bahwa manajemen sebagai suatu seni
untuk melaksanakan pekerjaan melalui orang-orang (the art getting thing done throught people). Definisi ini perlu
dapat perhatian karena berdasarkan kenyataan, manajemen mencapai tujuan
organisasi dengan cara mengatur orang lain.
4.
Menurut
pandangan George R. Terry (Dalam Nawawi, 1998:39) yang mengatakan bahwa
manajemen adalah pencapaian tujuan (organisasi) yang sudah ditentukan
sebelumnya dengan mempergunakan bantuan orang lain. Pengertian tersebut
mengatakan bahwa untuk mencapai tujuan organisasi, terdapat sejumlah manusia
yang ikut berperan dan harus diperankan.
5.
Menurut Zulkifli
Amsyah (2001:1) manajemen adalah proses kegiatan mengelola sumber daya manusia,
materi dan metode berdasarkan fungsi-fungsi manajemen agar tujuan dapat dicapai
secara efisien dan efektif.
6.
Menurut Luther
Gullick mendefinisikan manajemen sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan yang
berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja
bersama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerja sama ini lebih manfaat
bagi kemanusiaan (T. Hani Handoko, 1993:11). Luther Gullick memandang manajemen
sebagai ilmu pengetahuan dan memandang unsure manusia sebagai unsure utama
manajemen. Sebab dengan sumber daya manusia yang berkualitas, maka komponen
manajemen yang lain dapat digerakkan, diarahkan, dan diatur. Disamping itu,
unsure manusia merupakan sumber daya yang dapat ditingkatkan dan dibina.
Manajemen
dengan segala permasalahannya sebenarnya sudah lama dikenal orang, seusia
peradaban manusia itu sendiri. Dari Papirus Mesir, catatan Tiongkok Kuno,
tulisan-tulisan Yunani dan Romawi purba dapat diketahui bagaimana pentingnya
mengelola pemerintahan. Definisi Socrates mengenai manajemen sebagai
keterampilan mempunyai makna sebagaimana kita kenal sekarang sebagai fungsi
manajer. Dalam diaognya dengan Nichomacides, Socrates mengemukakan
pemikiran-pemikirannya yang maknanya tidak jauh berbeda dengan
pemikiran-pemikiran yang kita dalam manajemen masa kini. Demikian pula
Ariestoteles dalam karyanya “politik dan etika” telah memaparkan apa itu
manajemen, mulai dari manajemen rumah tangga sampai manajemen perdagangan.
Dalam perkembangan selanjutnya, ketika pada abad pertengahan mulai dikenal
asuransi, kredit, dan pemasaran, yang kemudian setelah timbulnya revolusi
industry banyak perubahan dalam berbagai bidang, maka manajemen pun melingkupi
cakrawala yang lebih luas, terutama dalam bidang usaha (business). Pada waktu
itu, kalangan manajer pemerintah dan usaha serta organisasi-organisasi lainnya
masih berpendapat bahwa manajemen adalah seni bukan ilmu.
Dalam Ensiklopedi nasional Indonesia volume 16
(1990:115) disebutkan bahwa manajemen merupakan proses perencanaan,
pengorganisasian, dan pengawasan sumber daya manusia dan sumber-sumber lain
untuk mencapai tujuan maupun sasaran secara efektif dan efesien. Manajemen
dikatakan baik apabila memiliki tujuan dan sasaran yang jelas dan diketahui
oleh semua orang yang terlibat dalam kegiatan. Selanjutnya, menyusun
langkah-langkah untuk menyampai tujuan dengan manfaat segala sumber daya
(manusia, dana, sarana, kesempatan, sumber alam, dan lainnya) secara optimal,
efektif dan efisien. Tiap elemen-elemen ditata agar tidak tumpang tindih.
Definisi
lain manajemen juga diantaranya merupakan ilmu dan seni mengatur proses
pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya secara efektif
dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Manajemen terdiri dari enam
unsure (6M) yaitu: Men, Money, Methode,
Material, Machine, dan Market. Unsure
manusia (Men) berkembang menjadi suatu bidang ilmu manajemen yang disebut
dengan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). Manajemen yang mengatur unsure
manusia. Manajemen SDM adalah suatu bidang manajemen yang khusus mempelajari
hubungan dan peranan manusia dalam organisasi perusahaan. Unsure Manajemen SDM
adalah manusia yang merupakan tenaga kerja pada perusahaan. Manusia selalu
berperan aktif dalam dominan dalam setiap kegiatan organisasi, karena manusia
menjadi perencana, pelaku, dan penentu terwujudnya tujuan organisasi. Tujuan
tersebut tidak mungkin terwujud, tanpa peran aktif karyawan bagaimanapun
canggihnya alat-alat yang dimiliki perusahaan tidak ada manfaatnya bagi
perusahaan, tersebut. Alat-alat canggih yang dimiliki perusahaan, jika peran
aktif karyawan tidak diikutsertakan. Mengatur karyawan adalah sulit dan
kompleks, karena mereka mempunyai pikiran, perasaan, status, keinginan, dan
latar belakang yang heterogen yang dibawa keorganisasi sehingga karyawan tidak
dapat sepenuhnya diatur dan dikuasai seperti mengatur mesin-mesin, model,
gedung, dan lain-lain tetapi harus diatur oleh teori-teori manajemen yang
memfokuskan mengenai pengaturan peranan manusia dalam mewujudkan tujuan yang
optimal.
Fungsi
dalam manajemen diantaranya yaitu perencanaan. Perencanaan merupakan titik awal
kegiatan. Perencanaan berguna untuk memberikan arah, menjadi standar kerja,
memberikan kerangka pemersatu, dan membantu memperkirakan peluang. Dalam
penyusunan perencanaan hendaknya tercakup apa (what) yang akan dilakukan, bagaimana (how) cara melaksanakannya, kapan (when) pelaksanaannya, dan siapa (who) bertanggung jawab, dan beberapa anggaran yang diperlukan.
Dengan demikian, perencanaan itu merupakan langkah yang mendasari dan
mendahului fungsi-fungsi manajemen yang lain. Pengorganisasian atau organizing.
Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi
kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian memudahkan manajer dalam
melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan
tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan
dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakkan, siapa yang harus
mengerjakkannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang
bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus
diambil. Pengarahan atau directing adalah suatu tindakan untuk mengusahakan
agar semua anggota kelompok berusaha utuk mencapai sasaran sesuai dengan
perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi, actuating artinya
menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau penuh
kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara
efektif. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan (leadership). Pengevaluasian
atau evaluating adalah proses pengawasan dan pengendalian performa perusahaan
untuk memastikan bahwa jalannya perusahaan perusahaan sesuai dengan rencana
yang telah ditetapkan. Seorang manajer dituntut untuk menemukan masalah yang
ada dalam oprasional perusahaan, kemudian memecahkannya sebelum masalah itu
menjadi semakin besar.
Penggunaan ilmu manajemen dalam SIM merupakan suatu kemajuan yang kuar
biasa, dengan cara-cara pengumpulan informasi yang tidak terorgansir dan
manajemen berdasarkan pengalaman. Dalam ilmu manajemen para manajer diwajibkan
menyatakan masalah dan asumsi secara teliti, biasanya dalam bentuk kuantitas
atau suatu ukuran agar mereka dapat memperoleh uraian lebih baik tentang
masalahnya. Bila ini diterapkan pada disain dari sistem-sistem organisasi dan
operasional untuk memecah masalah, ilmu manajemen memanfaatkan volume yang
besar dari pengetahuan manusia dalam berbagai bidang yang berkaitan. Oleh
karena itu, sistem untuk pemecah masalah (problem solving) dapat dirancang agar
lebih efektif dan lebih efisien bagi seluruh organsasi.
Berbagai
teknik dalam ilmu manajemen ini juga dimasukkan dalam sistem tersebut . pada
dasarnya teknik-teknik ini bila digunakan dengan computer-komputer modern akan
memberikan keputusan yang sudah “terprogram” dalam memecahkan berbagai bentuk
masalah yang terjadi didalam sistemnya. Secara garis besar ilmu manajemen telah
memainkan perannya dalam merancang tata cara keputusan untuk berbagai keputusan
yang tidak di program. Sekarang sudah tiba saatnya untuk menelaah secara rinci
sifat ilmu manajemen ini dan pengetrapannyadalam desai SIM.
Manajemen
telah didefinisikan dalam berbagai cara . akan tetapi, untuk maksud kita
manajemen kita pahami sebagai proses atau kegiatan yang menjelaskan apa yang
dilakukan manajer pada oprasional organisasi mereka untuk merencanakan,
mengorganisasikan, memprakarsai, dan mengenadlikan operasi. Mereka merencanakan
dengan menetapkan strategi, tujuan dan memilih arah pindahan yang terbaik untuk
mencapai apa yang direncanakan. Mereka mengorganisasikan tugas-tugas yang
diperlukan untuk rencana oprasional, menyusun tugas ini dalam kelompok yang
homogen, dan menetapkan pendelegasian wewenang. Mereka mengendalikan prestasi
kerja (performance) dengan menentukan norma-norma prestasi kerja dan
menghindari penyimpangan terhadap norma atau standar tersebut.
D. Publik Relation
Public
relation merupakan suatu fungsi manajemen yang menciptakan dan dan memelihara
komunikasi, pengertian, dukungan dan kerja sama antara suatu perusahaan dengan
public. Dan public relation mempunyai fungsi sosial, yaitu senantiasa
memperjuangkan kepentingan public. Diharapkan public akan mendukung kebijakan
organisasi. Beberapa ahli juga menyebutkan bahwa PR adalah ilmu dan seni
menciptakan dan mempertahankan kepercayaan public.
Definisi
public relation menurut para ahli antara lain sebagai berikut :
1. Griswold, merumuskan public relation adalah fungsi manajemen
yang Melakukan penilaian terhadap sikap public, menyesuaikan kebijaksanaan tata
Kerja dari suatuorganisasi atau perorangan dengan kepentingan public dan
Melakukan program aksi untuk memperoleh pengertian dan persetujuan
public(soegiardjo, 1999).
2. Edward Louis Bernays, dalam bukunya the engineering of consent (1955), Mendefinisikan
PR sebagai inducing the public to have understanding for and Goodwill (membujuk
publik untuk memiliki pengertian yang mendukung serta Memiliki niat baik).
3. Cutlip, Center
dan Broom, dalam bukunya effective
public relations (2006) Mendefinisikan PR sebagai the planned effort to
influence opinion through Good character and responsible performance, based on
mutually satistifactory Two-way communications (usaha terencana untuk
memengaruhi pandangan Melalui karakter yang baik serta tindakan yang
bertanggung jawab, didasarkan Atas, komunikasi dua arah yang saling memuaskan).
4. Frank Jefkins (1992), menyatakan bahwa PR adalah sesuatu yang
merangkum Keseluruhan komunikasi yang terencana, baik kedalam maupun keluar,
anatara Suatu organisasi dengan khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan
Yang spesifik berlandaskan kepada saling pengertian.
5. Rex Harlow dalam bukunya a model for public relations
education for Professional practices, yang diterbitkan oleh international
public relations Association (IPPRA) tahun 1978 menyatakan PR sebagai fungsi
manajemen Yang khas dan mendukung pembinaan, pemeliharaan jalur bersama antara
Organisasi dengan publiknya, menyangkut aktivitas komunikasi, pengertian, Penerimaan,
kerja sama, melibatkan manajemen dalam menghadapi persoalan Atau permasalahan,
membantu manajemen untuk mampu menghadapi opini Publik, mendukung manajemen
untuk mengikuti dan memanfaatkan perubahan Secara efektif, bertindak sebagai
sistem peringatan dini dalam mengantisipasi Kecenderungan penggunaan penelitian
serta teknik komunikasi yang sehat dan Etis sebagai sarana utama.
6. Rudy Harjanto, menyimpulkan bahwa PR merupakan suatu fungsi
manajemen Yang menciptakan dan memelihara komunikasi, pengertian, dukungan dan
Kerja sama antara suatu perusahaan dengan publiknya sehingga tercipta situasi
Saling memeperoleh manfaat.
7. J.C. Seidel, bahwa PR adalah proses yang kontiu dari usaha
manajemen untuk Memperoleh goodwill dan pengertian dari para pelanggannya, pegawainya, dan Publik
pada umumnya.
8. Howard Bouhan, menyebutkan bahwa PR adalah seni dan ilmu
menciptakan Pengertian publik yang lebih baik yang dapat memperbesar
kepercayaan public Terhadap seseorang atau organisasi.
9. Maria, mengatakan PR adalah fungsi khusus manajemen yang
membantu Membangun dalam memelihara komunikasi bersama, pengertian, dukungan, Kerja
sama antara organisasi dan public, melibatkan masalah manajemen, Membantu
manajemen, untuk mengetahui dan merespon opini public, Menjelaskan dan menekankan
tanggung jawab manajemen untuk melayani Minat public, membantu manajemen untuk
tetap mengikuti dan Memanfaatkan perubahan secara efektif, berguna sebagai
sistem, peringatan Awal untuk membantu mengantisipasi trend an menggunakan
penelitian dan Teknik suara yang layak dalam komunikasi sebagai alat utama.
10. Cameron, PR merupakan fungsi manajemen dari sikap budi yang
Direncanakan dan dijalankan secara berkesinambungan oleh organisasi Atau
lembaga umum dan swasta.
11. Roberto simoes, PR yaitu proses interaksi dalam menciptakan opini
public Sebagai input yang menguntungkan kedua belah pihak.
12. Gruning, mengatakan PR adalah organisasi yang menggunakan
konsultan Dari luar, beberapa menggunakan praktis PR dari internal bahkan ada
yang Menggabungkan keduanya.
13. Wilcox, PR merupakan fungsi sebagai konseling dan pemecah
masalah diTingkat top manajemen, bukan sekedar mendelegasikan informasi setelah
Keputusan dibuat.
14. Soleh Soemirat, PR merupakan etika, bagi para pejabat menyangkut
Penampilan (profil) dalam rangka menciptakan citra dan reputasi.
15. Elvinaro
Ardianto, bahwa PR adalah
bertujuan supaya saling pengertian Antara kedua pihak dan akhirnya terciptannya
citra positif serta dukungan Pubik terhadap keberadaan organisasi.
16. Defleur dan Dennis,
menyebutkan PR sebagai proses komunikasi dimana Individu atau unit-unit
masyarakat berupaya untuk menjalin relasi yang Terorganisasi dengan berbagai
kelompok atau public untuk tujuan tertentu.
17. Dr. Carter Mc
Namara, mendefinisikan PR
berdasarkan tujuan kegiatan PR Yang dirumuskan sebagai aktivitas berkelanjutan
untuk menjamin Perusahaan memiliki citra yang kuat dimata public.
18. Wells, mendefinisikan PR sebagai seni dan ilmu sosial
yang menganalisis Kecenderungan memperkirakan konsekuensi-konsekuensi
kecenderungan Itu memberi saran pada pimpinan organisasi dan
mengimplementasikan Program aksi yang terencana demi kepentingan organisasi dan
kepentingan Public.
19. Renald Kasali, menyatakan PR sebagai fungsi strategis dalam
manajemen Yang melakukan komunikasi guna melahirkan pemahaman dan penerimaan
Public.
20. Wheelen dan Hunger,
mengatakan PR adalah kelompok-kelompok yang Berkepentingan dengan aktivitas
organisasi, dan lantaran berkepentingan Makna kelompok-kelompok tersebut
mempengaruhi atau dipengaruhi oleh Pencapaian tujuan perusahaan.
Adapaun Pengertian public relation secara
umum dan khusus sebagai berikut:
1. Pengertian Umum
Public relation adalah proses interaksi dimana
public relation menciptakan opini public sebagai input yang menguntungkan kedua
belah pihak dan menanamkan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi
public, bertujuan menanamkan keinginan baik kepercayaan saling adanya
pengertian, dan citra yang baik dari publiknya.
2. Pengertian Khusus
Public relation adalah fungsi khusus manajemen yang
membantu membangun dan memelihara komunikasi bersama, pengertian, dukungan, dan
kerja sama antara organisasi dan public, melibatkan masalah manajemen, membantu
manajemen untuk mengetahui dan merespon opini public, menjelaskan dan
menekankan tanggung jawab manajemen untuk tetap mengikuti dan memanfaatkan
perusahaan secara efektif, berguna sebagai sistem peringatan awal untuk
membantu mengantisipasi tren, dan menggunakan penelitian dan teknik suara yang
layak dalam komunikasi sebagai alat utama.
Meskipun masing-masing definisi mempunyai
perbedaan penekanan, namun pada dasarnya terdapat beberapa unsure utama, yaitu:
1. PR merupakan fungsi manajemen, artinya PR bertugas
membantu oprasional manajemen organisasi misalnya,ketika menetapkan tujuan dan
menerjemahkan berbagai kebijakan kepada public serta penyelesaian diri terhadap
lingkungan yang selalu berubah. PR harus rutin memberikan saran dan solusi
kapada manjemaen, memiliki program kegiatan yang terancam dan mengarahkan
dirinya untuk mencapai tujuan organisasi.
2. PR terkait erat dengan komunikasi, public relation
officer bertanggung jawab mengomunikasikan berbagai kebijakan dan tindakan
perusahaan kepada public, baik internal maupun eksternal. PR juga berkewajiban
memberikan perhatian terhadap sikap, aspirasi dan perasaan khalayak untuk
disalurkan dan disampaikan kepada pihak manajemen. Oleh sebab itu, PR harus
menjadi mediator. Komunikasi yang dibangun sifatnya harus dua arah. Tujuannya
untuk menciptakan saluran informasi sehingga tidak ada aspirasi atau harapan
dari dua belah pihak yang terhambat.
3. PR berkait erat dengan opini public, praktisi PR
harus tekun mencari dan mengumpulkan informasi dari khalayak. Setelah itu,
seorang PR harus menginterpretasikan informasi tersebut dan melaporkan kepada
pihak manajemen jika mempengaruhi kebijakan. Oleh karena itu, PR harus
mempengaruhi pandangan public dengan strategi dan disampaikan secara persuasif.
Upaya tersebut akan menghasilkan opini public yang positif.
4. Praktik PR merupakan seni dan ilmu, PR merupakan
ilmu sosual untuk menganalisis kecedrungan, memprediksikan konsekuensi atas
kebijakan, member saran kepada pimpinan dan melaksanakan program yang sudah
direncanakan. Sebagai seni, PR harus mampu mengimplementasikan kemampuan secara
proesional sehingga tercipta komunikasi yang harmonis antara institusi dengan
semua stakeholder. PR sebagai ilmu,
artinya dalam menjalankan profesi harus dilandasi teori dan refrensi yang
memadai.
Berdasarkan pemikiran diatas dapat ditarik
benang merah bahwa yang ingin dicapai dalam program dan proses kerja antara
lain:
1. PR adalah suatu upaya membangun citra baik.
2. Menciptakan kehendak baik (goodwill) antara insitusi dengan public, baik internal maupun
eksternal.
3. PR bertujuan menciptakan rasa saling pengertian.
4. PR mengupayakan komunikasi yang harmonis.
5. PR berusaha membangun kerja sama yang baik.
6. PR membangun rasa saling percaya antara institusi
dengan publiknya.
7. PR menciptakan situasi yang saling mendukung.
8. PR menciptakan kondisi yang saling menguntungkan.
9. PR menciptakan toleransi.
10. PR adalah fungsi manajemen yang mendukung dan
memelihara jalur bersama bagi komunikasi, membina pengertian dan penerimaan
antara organisasi dengan khalayak.
11. Melibatkan manajemen secara aktif dalam
menyelelesaikan permasalahan.
12. Memberikan penerangan dan tanggap terhadap opini
public.
13. Menetapkan dan menegaskan tanggung jawab manajemen
dalam melayani kepentingan umum.
14. Menunjang manajemen untuk mengikuti dan memanfaatkan
perubahan secara efektif dalam penerapan sistem early warning system guna
mengantisipasi berbagai kecendrungan.
15. Menggunakan
penelitian atau survey untuk mendapatkan data dari public terkait strategi
berkomunikasi secara etis sebagai fungsi utama.
Penelitian meliputi:
a.
Melakukan survey
untuk mendapatkan informasi.
b.
Mempelajari public
sebagai sasaran penelitian.
c.
Meneliti media
beserta alternatifnya.
d.
Mencari tahu
opini masyarakat.
e.
Meneliti kasus
dengan.
f.
Mengaudit
komunikasi.
g.
Menganalisis
kegiatan organisasi.
h.
Menganalisis
dokumen yang terkait.
i.
Membuat angket
sebagai pendukung data penelitian.
j.
Melakukan
observasi untuk mendapatkan data yang mendukung.
k.
Melakukan
wawancara dengan narasumber yang terkait.
l.
Membuat
kuesioner untuk mendapatkan data yang objektif.
m.
Melakukan studi
pustaka untuk mendapatkan teori-teori yang mendukung.
n.
Mencari fakta
yang mendukung dilapangan.
o.
Melakukan
penelitian lapangan dengan kata kunci art and science (seni dan ilmu),
analyzing (analisis), predicting (memprediksi), consequences (konsekuensi),
counseling (konseling), planned (perencanaan), action (kegiatan), dan serve
both organization public (melayani organisasi dengan publik).
Tujuan utama dari public relation adalah
mempengaruhi perilaku orang secara individu maupun kelompok saat saling
berhubungan, melalui dialog dengan semua golongan, dimana persepsi, sikap dan
opininya penting terhadap suatu kesuksesan sebuah perusahaan. Menurut Rosady
Ruslan (2001, p.246) tujuan public relation adalah sebagai berikut:
1. Menumbuh kembangkan citra perusahaan yang positif
untuk public eksternal atau masyarakat dan konsumen.
2. Mendorong tercapainya saling pengertian antara
public sasaran dengan perusahaan.
3. Mengembangkan sinergi fungsi pemasaran dengan public
relation.
4. Efektif dalam membangun pengenalan merek dan
pengetahuan merek.
5. Mendukung bauran pemasaran.
Selain mempunyai peran PR juga mempunyai
fungsi diantaranya:
1. Kegiatan yang bertujuan memperoleh itikad baik,
kepercayaan, saling adanya pengertian dan citra yang baik dari public atau
masyarakat pada umumnya.
2. Memiliki sasaran untuk menciptakan opini public yang
bisa diterima dan menguntungkan semua pihak.
3. Unsure penting dalam manajemen guna mencapai tujuan
yang spesifik, sesuai harapan public, tetapi merupakan kekhasan organisasi atau
perusahaan. Sangat penting bagaimana organisasi memiliki warna, budaya, citra,
suasana, yang kondusif dan menyenangkan. Kinerja meningkat dan produktivitas
bisa dicapai secara optimal.
4. Usaha menciptakan hubungan yang harmonis antara
organisasi atau perusahaan dengan publiknya, sekaligus menciptakan opini public
sebagai efeknya, yang sangat berguna sebagai input bagi organisasi atau
perusahaan yang bersangkutan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sistem Informasi Manajemen
Secara harafiah, sistem informasi
manajemen adalah sebuah bentuk sistem informasi yang ditunjukkan untuk melayani
para manajer. Sebenarnya SIM tersebut terfokus pada alat bantu untuk
mempercepat para manajer untuk memperoleh informasi. Kondisi bahwa SIM hanya
memenuhi permintaan sesuai dengan yang dicanangkan dari awal memeang sering
dibantah oleh beberapa manajer di Indonesia. Banyak manajer yang kurang
mengerti tentang sistem informasi dan komuputerisasi SIM yang menuntut computer
dapat memberikan data apa saja yang dibutuhkan. Kasus semacam ini sering
terjadi pada perusahan-perusahan yang membangun sistem informasinya dari bentuk
sistem yang kecil, lalu ditambah disana sini, yang semacam ini akan menjadi
sebuah sistem yang kompleks. Tanpa disadari sistem semacam ini akan menjadi
sebuah “bom waktu” bagi pengelola SIM di organisasi tersebut. Dengan demikian,
perlu seseorang yang professional atau konsultan dibidang sistem informasi guna
meluruskan kembali bagian-bagian SIM kearah yang benar.
Pada dasarnya orang dapat membahas sistem
informasi manajemen tanpa komputer, tetapi kemampuan komputer membuat SIM
terwujud. Gagasan suatu sistem informasi atau keputusan berdasarkan komputer
tidak berarti automatisasi total. Konsep sistem manusia/mesin menyiratkan bahwa
sebagian tugas sebaiknya dikerjakkan oleh manusia dan yang lain dilakukan oleh
mesin. Dalam sebagian besar persoalan, manusia dan mesin membentuk sebuah
sistem gabungan dengan hasil yang diperoleh melalui serangkaian dialog dan
interaksi antara komputer dan seorang manusia pengolah.
Istilah yang umum dikenal orang adalah
sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu untuk menyajikan informasi guna
mendukung fungsi operasi organisasi, manajemen, dan proses pengambilan keputusan
didalam suatu organisasi, sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware),
dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen, dan
keputusan serta sebuah bank/basis data yang disebut database. Untuk dapat
memahami arti sistem informasi manajemen (SIM), kita kuti beberapa definisi
yang diketerangkan oleh para ahli, lalu kita rumuskan sebagai berikut:
1. Robert G. Murdick dan Joel E. Ross dalam bukunya
yang berjudul “sistem informasi untuk manajemen modern” (terjemahan)
mendefinisikan SIM adalah proses komunikasi dimana informasi masukan (input
direkam, disimpan, dan diproses, untuk menghasilkan output yang berupa keputusan
tentang perencanaan, pengoprasian, dan pengawasan.
2. Joseph F. Kelly dalam bukunya “computerized
management information system” mendefinisikan SIM adalah perpaduan sumber daya
manusia dan sumber daya yang berbasis komputer yang menghasilkan kumpulan penyimpanan,
komunikasi, dan penggunaan data untuk tujuan operasi manajemen yang efisien
serta perencanaan bisnis.
3. Gordon B. Davis dalam bukunya yang berjudul
“management information system; conceptual foundation, structure and
development” mendefinisikan SIM adalah sistem manusia atau mesin yang terpadu
guna menyajikan informasi untuk mendukung fungsi operasi, manajemen dan
pengambilan keputusan didalam suatu organisasi.
4. Drs. Soetedjo Moeljodihardjo dalam bukunya
“management information system” mendefinisikan SIM adalah suatu metode untuk
menghasilkan informasi yang tepat waktu bagi manajemen tentang lingkungan luar
organisasi dan kegiatan operasi didalam organisasi, dengan tujuan untuk
menunjang proses pengambilan keputusan serta memperbaiki proses perencanaan dan
pengawasan.
5. Drs. Komaruddin dalam bukunya “Ensiklopedia
manajemen” mendefinisikan SIM adalah suatu pendekatan yang terorganisir dan
terencana untuk member eksekutif bantuan informasi yang tepat dan dapat
memberikan kemudahan bagi proses manajemen.
Sesuai dengan makna istilahnya sistem
informasi manajemen harus ditinjau dengan pendekatan dengan sistem. Ini berarti
manajemen itu sendiri yang proses informasinya berlangsung harus dilihat
sebagai sistem, dalam hal ini sebagai “total sistem”. Dengan mengatakan
manajemen sebagai total sistem, maka sistem informasi manajemen merupakan salah
satu subsistem dari sekian banyak subsistem yang tercangkup oleh total
organisasi, manajemen sebagai total sistem selain dipengaruhi oleh subsistem
yang merupakan aspek dalam manajemen, juga dipengaruhi oleh suprasistem, yaitu
faktor-faktor diluar manajemen. Keseluruhan subsistem disitu harus bergerak
menuju satu arah, yaitu tujuan yang sudah ditentukan untuk dicapai. Karena
dampak (input) subsistem ini besar sekali dalam keseluruhan sistem, maka gerak
subsistem tadi perlu diawasi sehingga tidak menyeleweng dari arah.
Berikut ini dijelaskan karakteristik SIM
guna mendapatkan sinyal yang lebih disini tentang keberadaan dan kondisi SIM di
organisasi.
1. SIM membantu manajer secara terstruktur pada tingkat
oprasional dan tingkat kontrol saja. Meskipun demikian, SIM dapat digunakan
pula sebagai alat untuk perencanaan bagi staf yang sudah senior.
2. SIM didesain untuk memberikan laporan oprasional
sehari-hari sehingga dapat member informasi untuk mengontrol operasi tersebut
dengan lebih baik.
3. SIM sanagt tergantung pada keberadaan data
organisasi secara keseluruhan, serta bergantung pada alur informasi yang
dimiliki oleh organisasi tersebut.
4. SIM biasanya tidak memiliki kemampuan untuk
menganalisis masalah. Kemampuan untuk menganalisis masalah terletak pada
decision support system.
5. Sim biasanya berorentasi pada data-data yang sudah
terjadi atau data-data yang sedang terjadi, buka data-data yang terjadi seperti
forecasting.
6. SIM juga berorentasi pada data-data didalam
organisasi dibidang data-data dari luar organisasi. Oleh karena itu, informasi
yang dibutuhkan oleh SIM adalah informasi yang sudah diketahui formatnya serta
relatif stabil.
7. Sim biasanya tidak fleksibl karena bentuk laporan-laporan
yang dihasilkan banyak sudah dipersiapkan sebelumnya. Beberapa SIM memiliki
kemampuan agar manajer dapat membuat laporannya sendiri, tetapi sebenarnya
data-data yang dibutuhkan manajer tersebut sudah ada ada dan sudah disiapkan
lebih dulu.
8. Sebagaimana problematika yang telah disebutkan
diatas, SIM membutuhkan perencanaan yang sangat matang dan panjang, sambil
memperhitungkan perkembangan organisasi dimasa mendatang. Sebuah literatur
menyebutkan bahwa analisis dan desain SIM biasanya membutuhkan waktu antara
satu sampai dua tahun.
SIM harus terus-menerus dipelihara dan
dijaga untuk menjamin sistem tersebut dapat menyediakan informasi yang penting
bagi pemakainya atau unsure itu snediri. Gagasan sebuah sistem informasi untuk
mendukung manajemen dan pengambilan keputusan telah ada sebelum dipakainya
komputer, yang memperluas kemampuan organisasi untuk menerapkan sistem semacam
itu. Perluasan kemampuan tersebut sedemikian menyolok sehingga SIM menjadi
sesuatu yang baru. Banyak gagasan yang merupakan bagian SIM, yang berkembang
dan berevolusi dari bagian ilmu pengetahuan lain. Ada empat bidang yang sangat
penting dalam pokok konsep dan pengembangan sistem dalam melacak asal mula
konsep SIM diantaranya yaitu:
·
Akuntasi
manajerial
·
Ilmu pengetahuan
manajemen
·
Teori manajemen
·
Pengolahan
computer
Konsep SIM dapat dipandang sebagai suatu
perluasan secara mendasar dari akauntasi manajerial dengan mengikutsertakan
gagasan dan teknik ilmu manajemen serta teori prilaku tentang manajemen dan
pengambilan keputusan. Kemampuan komputer telah membantu perkembangan konsep
SIM karena perangkat keras dan perangkat lunak telah membuka dimensi baru yang
digunakan dalam konseptualisasi sistem
informasi bagi seluruh organisasi. Sistem organisasi yang dimaksud untuk
digunakan oleh eksekutif perusahaan baru berkembang. Sebagai permulaan memang
terlambat, hal ini disebabkan oleh kegiatan eksekutif yang tidak terstruktur
dengan baik sehingga para spesialis informasi lebih sukar memahami pemecahan
keputusan ditingkat eksekutif daripada ditingkat manajemen yang lebih bawah.
Lambat laun penggunaan computer bergerak merambat naik dan sekarang mendapat
perhatian dari para eksekutif. Sistem informasi eksekutif sekarang merupakan
salah satu area komputasi bisnis yang sedang marak dibicarakan. Sistem
informasi eksekutif (EIS) merupakan suatu sistem yang khusus dirancang bagi
manajer pada tingkat perencanaan strategis.
Suatu organisasi terdiri atas sejumlah
unsur, yaitu orang-orang yang mempunyai bermacam-macam peran dalam organsasi,
kegiatan atau tugas yang harus diselesaikan, tempat kerja atau tempat fisik
pekerjaan, dan wewenang serta hubungan komunikasi yang mengikat bersama
organisasi. Kebanyakan organisasi memulai dengan sedikit tujuan, rencana,
anggaran, bagan organisasi, pedoman prosedur, atau perlengkapan formal lainnya.
Selama kehidupan awal suatu organisasi, mungkin unsur yang terpenting adalah
perusahan dan suatu idea tau gagasan.
Bebrbicara mengenai organisasi public atau
swata tidak lepas dari pelayanan organisi itu sendiri, yaitu pelayanan yanag
bersifat public dan swasta. Sebelum karekteristik kedua organisasi tersebut
dibuat, maka untuk lebih mengarahkan focus perhatian pada diskusi diskusi, akan
diberi batasan lebih dulu perbedaan pengertian konsep pelayanan public dengan
pelayanan swasta. Pelayanan public
didefinisikan sebagai pelayanan yang disediakan untuk public, disediakan secara
umum (misalnya museum) atau disediakan secara privat. Pada konteks ini
pelayanan public difokuskan pada tanggung jawab pemerintah secara sentral,
regional, ataupun local. Pada konteks ini indikator utama terletak pada kontrol
pemerintah atas pelayanan yang diberikan kepada public. Baik yang ditangani
oleh pemerintah sendiri ataupun oleh swasta. Mengenai perbedaan antara organisasi
public dengan swasta, ada beberapa dasar teoritis yang digunakan dalam
merumuskan perbedaan tersebut. Pertama, penelitian membandingkan beberapa hasil
tulisan yang membahas tentang organisasi public dan swasta. Kedua, mengarahkan
secara spesifik organisasi public dalam konteks administrasi Negara. Proposi
yang diajukan adalah klaim administrasi Negara selain organisasi public
ternyata mencangkup juga organisasi swasta. Ketiga, mendiskusikan kedua langkah
tersebut dengan mempertimbangkan variabel pokok mengenai variabel lingkungan,
variabel sistem informasi, dan ukuran tentang kinerja SIM dalam
organisasi.
B. Peran Publik Relation Dalam
Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Pada dasarnya sistem informasi perusahaan
atau Enterprise Information System (EIS) adalah sistem berbasis komputer yang
dapat melaksanakan semua tugas standar bagi seluruh unit organisasi secara
terintegrasi dan tekoordinasi. Kebutuhan atas sistem informasi perusahaan
begitu besar sehingga banyak juga manajemen dalam industri yang
mengembangkannya untuk mempertahankan repurtasi perusahaan atau meningkatkan
repurtasi mereka dimata public.
Melalui pengelola sistem informasi
manajemen perusahaan yang baik, keterbukaan informasi terkait bisnis perusahaan
menjadi cukup kontrol, sehingga mampu memberikan citra positif perusahaan
dimata public. Disinilah, salah satu peran penting public relation (PR) adalah bagaimana meramu sistem tersebut
untuk menghasilkan benefit yang fositif bagi pelaksanaan komunikasi baik
internal maupun eksternal, untuk menggapai tujuan serta visi dan misi dalam
perusahaan.
Sistem informasi manajemen ini memiliki
peranan yang sangat penting dalam sebuah perusahaan untuk menunjang sebuah
kgiatan bisnis oprasional, menujang manajemen dalam pengambilan keputusan, dan
menjunjung keunggulan strategis kompetitif, disamping menciptakan atau
meningkatkan citra perusahaan dimata public tadi. Sistem informasi menyediakan
dukungan bagi manajemen dalam operasi kegiatan bisnis sehari-hari. Ketika
tanggapan atau respon yang cepat menjadi penting, maka kemampuan sistem
informasi untuk dapat mengumpulkan dan mengintegrasikan informasi keberbagai
fungsi bisnis menjadi kritis atau penting.
Seorang dapat mengombinasikan informasi
melalui sebuah sistem untuk membantu perusahaan dalam menjalankan bisnis dengan
lebih baik. Informasi yang sama kepada semua insan perusahaan dan para pemangku
kepentingan dapat membantu para pemimpin perusahaan untuk mengidentifikasikan
kecendrungan dan untuk mengevaluasi hasil dari keeputusan sebelumnya. Sistem
informasi yang baik dan selaras dengan tujuan perusahaan yang diberikan seorang
PR terhadap perusahaan, akan membantu para pemimpin dalam membuat keputusan
yang lebih baik, lebih tepat dan lebih bermakna. Dimana sistem informasi yang
dirancang untuk membantu pencapaian sasaran strategis perusahaan dapat
menciptakan keunggulan bersaing dipasar.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan
suatu sistem yang diciptakan untuk melaksanakan pengolahan data yang
dimanfaatkan oleh salah satu organisasi atau sebuah sistem manusia/mesin yang
terpadu dalam menyajikan informasi guna mendukung fungsi oprasional organisasi,
manajemen dan proses pengambilan keputusan didalam suatu organisasi.
Pemanfaatan data yang dimaksud dapat berarti penunjang pada tugas-tugas rutin,
evaluasi, terhadap prestasi organisasi. Kini kalau orang mendengar istilah
sistem informasi manajemen, biasanya juga pasti akan membayangkan suatu sistem
computer. Sesungguhnya didalam pengertian tentang sistem informasi manajemen
didalam suatu organisasi telah ada sebelum adanya perangkat komputer
diciptakan.
Peranan
PR dalam sistem informasi manajemen sangat berpengaruh baik dari internal dan
eksternal dari sistem informasi manajemen. Supaya tidak terjadi salah dalam
berkomunikasi untuk menyampaikan informasi dalam manajemen dan memiliki padangan yang baik terhadap public
didalam informasi manajemen. Inilah yang perlu diperhatikan dalam mengatur
sistem informasi manajemen karena informasi juga sangat penting dalam
manajemen. Bahkan menurut Robert Murdick, informasi ini dianalogikan sebagai
darah dalam suatu organisasi. Hal ini berarti kalau aliran darah mengalami
hambatan, maka organisasi akan jatuh pada posisi yang tidak sehat.
DAFTAR PUSTAKA
Dr.
Darmawan, Deni. S.Pd.,M.Si. 2007. Mengenal
Teknologi Informasi. Cimahi: hal 1-14
Dr.
Gassing, Syarifuddin. B.E.,M.Si dan Suryanto. S.Sos.,M.Si. 2016. Publik Relation. Yongyakarta:C.V ANDI
OFFSET
Dr.
Suwatno. H. M.Si dan Priansa Doni Juni. S.Pd.,S.E.,M.M. 2016. Manajemen SDM Dalam Organisasi Publik dan
Bisnis. Bandung: ALFABETA CV
Handout_Sistem_Sosial.PDF.
diakses pada tanggal 9 Juli 2019
Hs,
LASA. 2009. Manajemen Perpustakaan
Sekolah. Yongyakarta:PINUS BOOK PUBLISHER
Sutabri,
Tata. S.Kom.,MM. 2005. Sistem Informasi
Manajemen. Yongyakarta:ANDI jln. Beo 38-40
Syamsudin.
2017. Penerapan Fungsi-fungsi Manajemen
Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Jurnal Idaarah. 1(1):60-73