Jumat, 28 Februari 2020
Selasa, 04 Februari 2020
ADMINISTRASI PUBLIK
HAKIKAT ADMINISTRASI PUBLIK
A. Makna Administrasi Publik
Administrasi asal kata dari ad dan ministrare. Ad bermakna intensif dan Ministrare bermakna melayani. apabila disatukan maka maknanya menjadi cara intensif untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. adapun Publik dalam admeinistrasi publik memiliki beberapa makna menurut
1. Persepektif pluralis, yang cenderung mencurigai kekuasaan dan atau pemusatan kekuasaan.
2. Persepektif pilihan publik, bahwa komunikasi merupakan badan fiksi yang terdiri dari berbagai individu
yang dipandang sebagai anggotanya.
3. Persepektif utilitarian, yang berpendapat bagaimana mengupayakan kepentingan, kesenangan, dan
kebahagiaan individu tanpa memperhatikan nilai-nilai dan konsep komunitas.
4. Perspektif altruisme, yakni suatu paham yang lebih mengutamakan kepentingan orang lain.
5. Persepektif legislatif, yakni suatu praktik pemerintah demokratis yang modern adalah bersifat perwakilan
dan bukan bersifat langsung.
6. Persepektif pelayanan, bahwa publik adalah konsumen baik individu maupun kelompok yang harus
mendapat pelayanan prima dari aparatur negara.
7. Persepektif sosial dan budaya, bahwa publik memiliki kekhususan atau terdapat perbedaan baik nilai, adat
istiadat, kebiasaan maupun kulturnya.
B. Definisi Administrasi Publik
secara umum ilmu administrasi publik dapat didefinisikan proses kerja sama dari kelompok manusia berdasarkan nilai-nilai pelayanan, rasionalitas yang tinggi, efektivitas, dan efisiensi terhadap sumber daya yang dimiliki organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
C. Nilai-Nilai Dasar Administrasi Publik
Nilai (value) adalah suatu yang berharga, bermutu, menunjukan kualitas-kualitas dan berguna bagi manusia. nilai-nilai dasar yang dimaksud adalah:
1. Nilai Pelayanan
Pelayanan dapat didefinisikan sebagai suatu proses bagian kegiatan seseorang atau kelompok orang utuk memberikan bantuan baik berupa jasa atau barang seoptimal mungkin kepada pihak lain yang memerlukan baik diminta dan/atau tidak diminta dengan tujuan kepuasan publik (J. Basuki, 2013).
2. Nilai Rasionalitas
dapat diartikan sebagai suatu prose berpikir dan bertindak yang dilandasi akal sehat, perhitungan yang matang dan realistis dengan tujuan meningkatkan efektifitas dan efesiensi untuk tercapainya tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
3. Nilai Efektifitas
Efektifitas bermakna suatu proses kegiatan yang didasarkan pada upaya agar hasil adari kegiatan yang dilakukan memiliki nilai guna yang tinggi dan mampu memberikan pengaruh positif baik terhadap organiasi maupun terhadap masyarakat yang dilayani sebagai tujuan organisasi. berdasarkan kamu administarsi, efektifitas dirumuskan sebagai suatu keadaan yang mengandung penegrtain mengenai terjadinya suatu efek atau akibat yang dikehendaki.
4. Nilai Efesiensi
Nilai efesiensi adalah suatu pengertian yang menggambarkan perbandingan terbaik antara suatu usaha dengan hasilnya. efesiensi dalam pekerjaan adalah perbandingan yang terbaik anatara suatu kerja dengan hasil yang dicapai oleh kerja itu. perbandingan ini dapat dilihat dari suatu dua segi, yaitu:
- Palmer (1981) bahwa publik berasal dari kata pubes atau kedewasaan. makna kedewaasaan yakni kedewasaan fisik,emosional,dan intelektual yang menitikberatkan pada peralihan kepentingan diri pribadi untuk bergeser menjadi lebih memahami kepentingan orang lain (publik).
1. Persepektif pluralis, yang cenderung mencurigai kekuasaan dan atau pemusatan kekuasaan.
2. Persepektif pilihan publik, bahwa komunikasi merupakan badan fiksi yang terdiri dari berbagai individu
yang dipandang sebagai anggotanya.
3. Persepektif utilitarian, yang berpendapat bagaimana mengupayakan kepentingan, kesenangan, dan
kebahagiaan individu tanpa memperhatikan nilai-nilai dan konsep komunitas.
4. Perspektif altruisme, yakni suatu paham yang lebih mengutamakan kepentingan orang lain.
5. Persepektif legislatif, yakni suatu praktik pemerintah demokratis yang modern adalah bersifat perwakilan
dan bukan bersifat langsung.
6. Persepektif pelayanan, bahwa publik adalah konsumen baik individu maupun kelompok yang harus
mendapat pelayanan prima dari aparatur negara.
7. Persepektif sosial dan budaya, bahwa publik memiliki kekhususan atau terdapat perbedaan baik nilai, adat
istiadat, kebiasaan maupun kulturnya.
B. Definisi Administrasi Publik
secara umum ilmu administrasi publik dapat didefinisikan proses kerja sama dari kelompok manusia berdasarkan nilai-nilai pelayanan, rasionalitas yang tinggi, efektivitas, dan efisiensi terhadap sumber daya yang dimiliki organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
C. Nilai-Nilai Dasar Administrasi Publik
Nilai (value) adalah suatu yang berharga, bermutu, menunjukan kualitas-kualitas dan berguna bagi manusia. nilai-nilai dasar yang dimaksud adalah:
1. Nilai Pelayanan
Pelayanan dapat didefinisikan sebagai suatu proses bagian kegiatan seseorang atau kelompok orang utuk memberikan bantuan baik berupa jasa atau barang seoptimal mungkin kepada pihak lain yang memerlukan baik diminta dan/atau tidak diminta dengan tujuan kepuasan publik (J. Basuki, 2013).
2. Nilai Rasionalitas
dapat diartikan sebagai suatu prose berpikir dan bertindak yang dilandasi akal sehat, perhitungan yang matang dan realistis dengan tujuan meningkatkan efektifitas dan efesiensi untuk tercapainya tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
3. Nilai Efektifitas
Efektifitas bermakna suatu proses kegiatan yang didasarkan pada upaya agar hasil adari kegiatan yang dilakukan memiliki nilai guna yang tinggi dan mampu memberikan pengaruh positif baik terhadap organiasi maupun terhadap masyarakat yang dilayani sebagai tujuan organisasi. berdasarkan kamu administarsi, efektifitas dirumuskan sebagai suatu keadaan yang mengandung penegrtain mengenai terjadinya suatu efek atau akibat yang dikehendaki.
4. Nilai Efesiensi
Nilai efesiensi adalah suatu pengertian yang menggambarkan perbandingan terbaik antara suatu usaha dengan hasilnya. efesiensi dalam pekerjaan adalah perbandingan yang terbaik anatara suatu kerja dengan hasil yang dicapai oleh kerja itu. perbandingan ini dapat dilihat dari suatu dua segi, yaitu:
- Segi Hasil, bahwa suatu pekerjaan disebut efesien kalau dengan usaha tertentu memberikan hasil yang maksimal, baik mengenai mutu atau jumlah satuan hasil.
- Segi usaha, bahwa suatu pekerjaan dikatakan efisien kalau suatu hari tertentu tercapai dengan usaha yang minimal.
Langganan:
Postingan (Atom)
KAMPUNG BARU Mungkin hanya kampung halaman tempat saya lahir ini terbilang salah satu dusun yang mempunyai nama yang unik digumi sa...